Rindu tanpa Jumpa
Kamu di sini kami di sana
Kita adalah benih yang sama
yang tumbuh dalam ladang yang berbeda
Kita hanya terpisah oleh tepi batas
di atas tanah yang sama
Tanah leluhur kita
Timor Leste bumi Lorosae
Seribu rindu dan sejuta kenangan
Atas indahnya kasih sayang
dan persaudaraan yang pernah terjadi
Tak bisa dibatasi
Selembar kain berwarna
Bernama bendera
Tak bisa di bendung
Oleh penjaga batas
Berbadan kekar bersenjata
Karena kami rindu saudaraku
yang lahir dari rahim yang sama
Tapi dia di sini kami di sana
Terkungkung dalam rindu tanpa jumpa.
Oleh: Hen Jami
Komentar
Pesan kerinduan dan persaudaraan dengan sangat indah
Rindu yang sangat mendalam terhadap sanak saudara
Sangat merindukan
Rindu yang mendalam tergambar jelas dalam setiap bait
Rindu yang sangat mendalam
Puisi yang sangat bagus dan menyentuh
Puisi yg indah
Persaudaraan sejati tidak bisa di hapus oleh garis batas atau simbol negara
Merdeka
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Suara dari Kaum tak Bersuara
Wahai tuanku Ki Hajar DewantaraPembesar berhati besar tapi mencintai kami yang kecilYang kadang dibuat kasar oleh guru dari jaman kolonialPadahal jiwaku ragakuzamankualamkuada di jaman
TATAPAN
Aku terdiam pada tatapan paling dalam Hampir ku tenggelam karena tak mampu menyelam Dalam rasa yang tak kunjung usai &
SENJA YANG SEPI
Senja kali ini masih seindah senja kemarin begitu pula dengan malam ini, masih setia dengan pekat yang sama Lalu… Apa yang berbeda..? Bukankah kemarin dan hari ini sepinya mas
“HARAPAN”
Melangkahi embun pagi yang menyapa subuh degan tetesnya. Tarulah harapan baru di setiap harinya Dan berharap nikmat ada di setiap waktunya Pagi ini mugkin beda dari pagi kemarin Kak
MEI DAN AIR MATA
Mungkin ini senja Yang kesekian Yang selalu menjadi primadona dalam dada Bahkan hingga malam yang paling sunyi sekalipun Ia masih bersembunyi dalam mimpi dan cerita yang kini mendada
SEPI YANG PALING HINA
Malam Kini hadir Menyapa GubukKu yang kosong Bulan telah pergi membawa cahayanya Lalu tinggalkan aku sendiri memeluk sepi yang paling hina Bahkan anginpun seolah lewat tanpa gairah
DOA UNTUK MAMA
Di balik jendela ku yang tanpa kain Ku nikmati angin malam yang Tuhan kirim Kupandang langit Tuhan yang maha luas Kadang cerah kadang gelap Persis seperti hidupku yang kadan
"GELAS AQUA "
Dulu waktu kau masih berlabel... Kami cari mu di saat haus dan kami belikan dengan mahal. Sekarang...kami habiskan isimu yang murni dan kami buang, kami injak dan menyebut mu
"HUJAN DI BULAN JUNI"
Kami sang abdi masih mengabdi… Mendung mencekam, gemuruh mendesak Kaki enggan melangkah karena rintik telah memberi tanda. Hujan turun lagi, di bulan juni yang tak bia
HUJAN SAAT BULAN PURNAMA
Sahabat ku….bulan purnama se indah ini tidak ada yang punya. Jika kau tersenyum bahagia, dia pun tersenyum di balik dedaunan. Malam yang dingin karena pohon-pohon rindangku,men

Sangat menginspirasi dan membangkitkan rasa persaudaraan