DOA UNTUK MAMA
Di balik jendela ku yang tanpa kain
Ku nikmati angin malam yang Tuhan kirim
Kupandang langit Tuhan yang maha luas
Kadang cerah kadang gelap
Persis seperti hidupku yang kadang ceria dan kadang murung
Tuhan…dalam gubuk idamanku yang kau beri…
Di depan ruang doa ku yang belum jadi…
Kuingat mamaku yang sudah renta.
Ku pinta padamu beri mamaku kesehatan dan umur panjang…
Bukit Harapan oeleta, 19/5/2022 (Hen)*
Komentar
Semoga orang tua kita di beri
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Suara dari Kaum tak Bersuara
Wahai tuanku Ki Hajar DewantaraPembesar berhati besar tapi mencintai kami yang kecilYang kadang dibuat kasar oleh guru dari jaman kolonialPadahal jiwaku ragakuzamankualamkuada di jaman
Rindu tanpa Jumpa
Kamu di sini kami di sanaKita adalah benih yang samayang tumbuh dalam ladang yang berbeda Kita hanya terpisah oleh tepi batasdi atas tanah yang samaTanah leluhur kitaTimor Leste bu
TATAPAN
Aku terdiam pada tatapan paling dalam Hampir ku tenggelam karena tak mampu menyelam Dalam rasa yang tak kunjung usai &
SENJA YANG SEPI
Senja kali ini masih seindah senja kemarin begitu pula dengan malam ini, masih setia dengan pekat yang sama Lalu… Apa yang berbeda..? Bukankah kemarin dan hari ini sepinya mas
“HARAPAN”
Melangkahi embun pagi yang menyapa subuh degan tetesnya. Tarulah harapan baru di setiap harinya Dan berharap nikmat ada di setiap waktunya Pagi ini mugkin beda dari pagi kemarin Kak
MEI DAN AIR MATA
Mungkin ini senja Yang kesekian Yang selalu menjadi primadona dalam dada Bahkan hingga malam yang paling sunyi sekalipun Ia masih bersembunyi dalam mimpi dan cerita yang kini mendada
SEPI YANG PALING HINA
Malam Kini hadir Menyapa GubukKu yang kosong Bulan telah pergi membawa cahayanya Lalu tinggalkan aku sendiri memeluk sepi yang paling hina Bahkan anginpun seolah lewat tanpa gairah
"GELAS AQUA "
Dulu waktu kau masih berlabel... Kami cari mu di saat haus dan kami belikan dengan mahal. Sekarang...kami habiskan isimu yang murni dan kami buang, kami injak dan menyebut mu
"HUJAN DI BULAN JUNI"
Kami sang abdi masih mengabdi… Mendung mencekam, gemuruh mendesak Kaki enggan melangkah karena rintik telah memberi tanda. Hujan turun lagi, di bulan juni yang tak bia
HUJAN SAAT BULAN PURNAMA
Sahabat ku….bulan purnama se indah ini tidak ada yang punya. Jika kau tersenyum bahagia, dia pun tersenyum di balik dedaunan. Malam yang dingin karena pohon-pohon rindangku,men

Semoga orang tua kita di berikan selalu kesehatan