• SMA NEGERI 2 KUPANG TIMUR
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

GURU MASA LALU VS SISWA MASA KINI

 Ketika melihat judul di atas, menarik karena  Guru dan siswa adalah manusia penghuni Zamannya sedangkan masa lalu dan masa kini adalah  Zaman  dan waktu  yang membuat perbedaan antara guru vs siswanya. Pertanyaannya, Mengapa membuat perbedaan? Gurunya adalah  penghuni Zaman masa lalu dan masa kini sedangkan siswanya adalah penguni Zaman masa kini dan masa depan. Handphone (HP), ipad,iphone  (smartphone), komputer adalah masa depan bagi gurunya karena lahir belum ada “barang mewah itu”, sedangkan bagi siswanya itu masa lalu bagi mereka karena dia lahir dan buka mata sudah ada barang itu. Dalam teori generasi yang di kemukakan oleh: Graeme Codrington & Sue Grant-Marshall , Penguin (2004) membagi generasi sebagai  berikut:Generasi Baby Boomers (1946-1964), generasi X (1965-1980), generasi Y (1981-1995), generasi Z (1996-2010), generasi alpha (2011-sekarang), yang saya kutip dari  silabus.web.id/informasi pendidikan dan kebudayaan:5/1/2023. Dari referensi di atas karena bicara soal guru dan siswa saya membaginya menjadi 2 bagian. Siswa kisaran  umur 4 tahun (PAUD)-18 tahun (SMA/SMK). Guru kisaran umurnya  22 tahun-60 tahun (Pensiun) sesuai UU No.14/2005 tentang Guru dan Dosen . Maka Kalau tahun ini sudah 2023 maka di pastikan guru ini kelahiran 2001-1963. Kalau di kaitkan dengan teori di atas maka guru kita berada pada generasi Baby Boomers-generasi Z. sedangkan siswa kita ada pada generasi alpha-Z saja. Selain Zaman dan waktu kelahiran, apa yang membuat guru dan siswa berbeda? Pertanyaan kritis itu, yang paling gampang di jawab adalah umur dan bekal ilmu, karena guru lahir duluan, sekolah dan kuliah lebih dulu. Kalu kita telusuri, soal zaman dan pengetahuan adalah hal yang dinamis. Karena itu guru dengan siswanya tentu mengalami zaman dan pengetahuan serta pengalaman yang berbeda. Keadaan hari ini, di rumah maupun di tempat umum mulai dari kafe tempat tongkorangan yang memerlukan uang, sampai ke rumah ronda di pinggir jalan  yang hanya ada colokan, semua orang memegang smartphone. 

Generasi yang lebih muda (generasi Z dan alpha) ini cenderung keasyikan sendiri dan bersifat individualis karena komunikasinya kebanyakan  berlangsung di dunia maya, mereka  susah dan sulit sekali berpisah dengan HP mereka.  Dalam kaitan dengan teknologi, berbeda bahkan sangat menyolok perbedaannya dengan  generasi tua (guru) dalam hal ini ( generasi Baby Boomers-generasi Z ) ini kurang mahir, kurang lincah, bahkan ada yang gagap sama sekali dalam menggunakan teknologi . Tapi ada yang sudah menguasai teknologi di maksud, walaupun secara jumlah tidak sebanyak mereka generasi Z dan alpha. Perbedaan soal penguasaan teknologi ini  itu menjadi ‘jurang pemisah’ antara guru dan siswa. Guru yang belum menguasai teknologi secara khusus teknologi pembelajaran cenderung mentransfer ilmunya sama seperti yang dulu pengalamannya menerima ilmu, bahkan  titip tugas, mencatatat, ambil buku dari perpustakaan (itu juga kalau ada), ceramah selama pelajaran berlangsung. Jujur saja kadang kami sebagai guru  kurang update ilmu,maka kami mengajar ilmu masa lalu, padahal mungkin  metode dan perkembangannya sudah banyak perubahan. Tapi karena menggunakan metode pengajaran lama yang doyan ceramah, dikte,mencatat baik di catatan maupun di papan tulis, maka ini menjadi ‘sayur pahit dan lontong basi’ bagi siswa karena mereka sudah terbiasa dengan konten kreatif, youtobe,tik-tok, IG,fb, whatsapps,  google form dll. Maka jika benar dan masih terjadi ini dan seandainya regulasi mengijinkan siswa boleh memilih, ada mata pelajaran pilihan dan boleh memilih guru, maka saya pastikan ada sekian banyak guru yang tidak terpilih dan tentu berpengaruh pada jam wajib yang di amanatkan undang-undang dalam kaitan dengan gaji dan tunjangan sertifikasi dan lain sebaginya.

Jembatan penghubung Zaman

Kalau mengamati fenomena di atas maka sesungguhnya demi generasi yang cerdas dan berilmu, maka kepala sekolah dan guru sebagai penentu kebijakan di tingkat sekolah perlu membangun Jembatan penghubung Zaman. Bagaimana cara, model, bentuk dan ukurannya? Saya kira kita sudah punya jawaban bahwa Jembatan penghubung Zaman

Anatara guru dan siswa di sekolah Itu adalah penguasaan teknologi pembelajaran.

Guru meskipun  lahir di masa lampau atau  ‘Zaman wow’  berusaha belajar memanfaatkan teknologi agar bisa terhubung dengan minat siswa yang lahir di Zaman ‘Now’, lahir  di antara  leptop dan smartphone masa kini. Usul konkrit sampai tataran praktisnya adalah:

  1. Guru wajib mengganti hp dari yang biasa (nokia senter) menjadi android (smartphone), dan kalau dapat harus ada leptop atau komputer.
  2. Guru mulai belajar membuat materi ajar baik vidio, audio, pdf, word, excell, power poin di buat dan di masukan dalam youtobe, ada dalam tik-tok, ada dalam IG, ada dalam fb, ada dalam google form dll, sehingga siswa tetap belajar tapi tetap menyatu dengan Hp dan smartphonenya (sesuai kecenderungan siswa).
  3. Jika itu merasa masih sangat sulit, maka sistem ‘Hybrid’ separuhnya mengunakan media yang sudah tersedia dalam youtoobe misalnya lalu di kirimkan ke grup siswa dan guru hanya menambahkan poin-poin penting di papan tulis.
  4. Sekolah sebagai ekosistem pembelajaran dan aktifitas keilmuan ini, memfasilitasi dengan jaringan wifi yang bisa di jangkau oleh setiap siswa dalam pembelajaran. Dan guru di beri pelatihan dalam kaitan dengan peningkatan kompetensi “penguasaan teknologi pembelajajaran”. Dengan ini, Tugas,PR, koreksi tugas, juga ujian semuanya bisa berbasis on line.

Hal ini juga secara tidak langsung sebagai sebuah alternatif pembelajaran yang ramah lingkungan karena tidak perlu kertas. Krena  kita tau kertas ini  ‘asal usulnya’ dari pohon. Mengurangi kertas berati mengurangi penebangan pohon supaya tidak  mengorbankan masa depan dengan menggundulkan hutan demi kertas tapi nanti  anak cucu kita  memanen pemanasan global, longsor dan banjir yang merugikan jutaan jiwa. Semoga!!! (Hen)*

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Karakter: Harta Tak Ternilai di Era Digital

Di era digital ini, kita disuguhi dengan berbagai fenomena yang membuat kita terkejut dan khawatir. Siswa yang memukul guru, orang tua yang mengkriminalisasi guru, dan anak-anak yang le

22/12/2025 07:26 - Oleh Hen Jami - Dilihat 80 kali
Di Antara Ketegasan dan Ketakutan: Dilema Pendidikan Karakter di Sekolah

Dalam sistem pendidikan modern, guru tidak lagi sekadar berperan sebagai penyampai materi akademik. Guru juga diposisikan sebagai pendidik karakter, teladan moral, serta figur otoritas

17/12/2025 20:36 - Oleh Hen Jami - Dilihat 79 kali
Pertemuan Cahaya, Kapur, dan Hutan dalam Ruang Segi Empat

Generasi Z lahir di tengah cahaya layar yang tak pernah padam, ibarat sebuah sungai digital yang mengalir deras, penuh warna, dan tak mengenal jeda. Bagi mereka, ponsel bukan sekadar al

17/12/2025 19:41 - Oleh Hen Jami - Dilihat 74 kali
"Analisis Kritis Efektivitas Peningkatan Kompetensi Guru: Paradoks 'Sirkus Pelatihan' dan Degradasi Mutu Pengimbasan"

     PendahuluanPeningkatan kompetensi profesional guru merupakan imperatif utama dalam sistem pendidikan. Pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan (CPD) seca

12/11/2025 20:32 - Oleh Hen Jami - Dilihat 156 kali
Neraca Keseimbangan baru:Antara Berat Gizi Gratis Vs Bobot Jam sekolah, Menuju Titik Ekuilibrium Mutu Siswa (refleksi Kecil dari SMA N.2 Kupang Timur)

     Metafora Gizi dan Harapan MutuSejak pertengahan Oktober 2025, bendera harapan berkibar di tiang sekolah kami, diiringi irama sendok beradu. Program MBG (Makan Bergiz

12/11/2025 20:06 - Oleh Hen Jami - Dilihat 137 kali
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK Oleh YULIUS BERA TENAWAHANG (SMA Negeri 2 Kupang Timur)          Puji Syukur, saya sebagai Calon G

21/09/2023 10:42 - Oleh Administrator - Dilihat 595 kali
KONEKSI ANTAR MATERI-REFLEKSI DAN KESIMPULAN MODUL 1.1 PGP

KONEKSI ANTAR MATERI-REFLEKSI DAN KESIMPULAN MODUL 1.1 PGP Ketika mendengar nama sosok Ki Hajar Dewantoro, pikiran saya langsung tertuju pada pepatah kuno atau istilah “Ing Ngars

21/08/2023 11:02 - Oleh Administrator - Dilihat 304 kali
TUGAS GURU: MEWUJUDKAN KEPEMIMPINAN MURID

   Mengawali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan pemantik, “pernahkah guru-guru melakukan refleksi?” Dan kemudian menyadari bahwa terkadang, guru atau orang dewas

11/06/2023 23:17 - Oleh Administrator - Dilihat 2307 kali
TANTANGAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN (Dilema Etika  vs  Bujukan Moral)

  Pengantar   Sebagai pemimpin pendidikan, seorang Kepala Sekolah maupun guru harus menjadi pemimpin yang disukai, dipercaya, mampu membimbing, berkepribadian, serta abadi s

01/06/2023 13:36 - Oleh Administrator - Dilihat 2718 kali
MENENGOK KEDISIPLINAN GURU PROFESIONAL

 Tulisan ini bertujuan menggugah guru dalam menjalankan tugas sebagai guru profesional. Suka atau tidak, tulisan atau opini ini merupakan salah satu tulisan yang termuat dalam buku

18/04/2023 02:52 - Oleh Administrator - Dilihat 3077 kali