• SMA NEGERI 2 KUPANG TIMUR
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

RUNYAM TAPI  HAPPY ENDING (Menyelesaikan masalah tanpa masalah)

     Malam itu sekitar pukul 21.53 tanggal 24 Mei 2022, saya gugup membaca Whats Apps kepala sekolah kami bapak Yulius B Tenawahang, S.FIL, M.Pd. Memangnya kenapa kok hanya wa saja ko gugup? Tunggu saya berkisah pada saudara ku. Wa nya kurang lebih begini: “Mohon kehadiran Pak Hen,bunda Lusi, Ibu Linda, ibu Esty, Pak Piter untuk penyelesaian kasus pemukulan siswa dalam kelas hari ini, karena kedua orang tua siswa yang terlibat akan hadir sesuai surat panggilan, terima kasih”. Trus Wa macam begitu saja kenapa gugup? Karena pagi hari waktu  kejadian itu, saya tidak hadir kesekolah karena saya ada kuliah. Jadi dalam benak saya jangan sampai ketidak hadiran saya dan kami guru yang lainnya menyumbang “keadaaan” terjadinya masalah ini. Dan biasanya kalau kelas kosong berpeluang terjadi masalah biasanya begitu. Sebagai wakil kepala sekolah kesiswaan yang dalam tupoksinya saya bertugas mengatasi dan menyelesaikan masalah siswa, saya terbeban walaupun saya tidak ada jam mengajar hari itu.

     Besok pagi jam 07.30 saya hadir ke sekolah mengajar fisika di Kelas XI IPA 3 sesuai jadwal, untuk menggantikan teman saya  Ibu Adryana Luruk Bauk, S.Pd yang baru saja melahirkan beberapa minggu lalu. Habis mengajar sekitar 09.30,  pak satpam datang panggil katanya pak kepala dan orang tua menunggu saya di ruang kepala sekolah. Saya makin gugup, jangan sampai di persalahkan atau masalahnya besar sehingga harus di selesaikan di ruang pak kepala, karena biasanya hanya di ruangan saya ruang kesiswaan dan tidak perlu melibatkan banyak orang.

       Sampai di sana ada dua orang tua dari “pelaku”(tidak perlu sebut nama pelaku demi citra dn masa depan), duduk di sofa ruang tunggu. Saya sampai kesitu, saya melihat ada alumni kami, Duarte Gusmau kakak sepupu dari pelaku dan bapak kandungnya, menyambut saya di pintu karena dengan saya akrab sekali adik saya Duarte ini. Jadi kami bersalaman ala Timor leste berpelukan dengan hangat dan pipi bersentuhan, selanjutnya Berbasa basi sejenak, Duarte berkisah…adik buat masalah lagi ni pak…! Saya menghibur mereka dengan kalimat singkat “ Selama belum tutup dengan tanah, semua kita ada masalah” haha. Nanti kita duduk omong baik-baik pasti hasilnya baik. Betul pak kata bapaknya …menyambung.

       Menyusul tiba kesitu, teman-teman guruku yang di sebut di atas dan anak kami yohanes (si korban pemukulan kemarin). Mana orang tua? Saya tanya. Sudah datang pak, katanya. Saya bilang kamu keluar panggil bapak dan mama ke sini supaya jangan nyasar. Akhirnya dia keluar. Ditunggu sekitar 20 menit oleh semua kami yang sudah duduk rapi dan kaku di rung pak kepala, tapi tidak kunjung tiba. ketika si korban masuk, mana orang tua tanya semua guru, sudah di jalan pak, saya kira sudah datang, maksudnya sudah di dalam pagar sekolah.haha. saya bilang ada nomor hp telpon  sa sudah di mana kalau jalan kaki kita jemput. Tidak pak, bapak dengan motor tutupnya. Berselang beberapa menit orang tua yanag kami tunggu tiba di ruangan itu.

       Kursi kayu dan plastik yang di tambah di samping sofa empuk dalam ruangan sempit itu,  penuh sampai pintu.  Bapak kepala mulai mebuka dengan salam dan ucapan terima kasih karena semua orang tua menghargai undangan sekolah dalam menyelesaikan masalah kedua anak  ini. Kerena  di rumah anak mereka, di sekolah anak kami. Pertanyaan pertama untuk menerangkan kronologi kejadian adalah giliran ibu Margareta Seran, S.Pd. Dan ibu guru menjelaskan “pelaku” masuk ke kelas tanpa ijin dan memukul/meninju “korban”  berkali kali di pipi kiri dan kanan. Dan ibu guru yang sedang mengandung anak pertamnya ini tidak kuat melihat kekerasan ini, dan hampir pingsan di kelas. Ibu guru suruh jangan dan berhenti sudah, tapi tetap ganas dan beringas katanya.

       Pertanyaan kedua pada “pelaku” kenapa itu bisa terjadi? Dia menuturkan karena kecewa, pernah 2 bulan lalu ada kejadian pemukulan sopir dan konjak angkot di jalan raya oleh sekelompok siswa “oknum berseragam sekolah” dan di curigai siswa SMA kami. Akhirnya kasus itu di laporkan ke polisi dan salah satu dari sekian yang namanya di panggil polisi adalah pelaku. Semntara menurut dia pada saat kejadian dia tidak sekolah, maka tidak mungkin hari itu dia ada di TKP. Lantas apa hubungan  dengan pemukulan korban? Katanya menurut informasi yang dia terima “si korban “ ini, yang melapor/memberi informasi ke polisi sehingga mereka jadi susah berurusan dengan polisi katanya. Pertanyaan lanjutan dari pak kepala informasi dari siapa yang kau dengar sehingga kau ambil keputusan itu? Dari mamanya Hugo. Mamanya Hugo? Dia ada di rumah dia tau di sekolah? Sambung mama si korban, Baik! siapa mama nya hugo, siapa kami sehingga dia jual kami dan anak saya hampir mati ni? Mama korban histeris. Bapak dari korban sambung dengan nada tinggi dan gemetar, Kau…. masuk penjara sambil menunjuk…. Saya buta huruf tapi saya tahu hukum kau pukul orang yg tidak bersalah, kau masuk penjara. Suasana ruangan mencekaam. Sesekali bapak satpam Jose Diaz menenangkan dengan bahasa makasae (timor leste)  yang kami tidak mengerti (bahasa yang di mengerti oleh korban dan pelaku). Dalam hati saya ini bisa fatal jangan sampai ada barang tajam mereka ini kita fatal sudah kalau tidak bisa dikendalikan.  

Mamanya Hugo tau dari mana tanya pak kepala? Dari kawan saya,X,Y.Z (nama samaran) panggil kesini. Pak satpam tambah kursi karena yang datang 3 orang sebagai saksi.

Ketika di tanya, sepertinya pertanyaan ini mendapat jawaban tak berujung karena dari kawan, punya kawan, dan seterusnya. Akhirnya pak kepala pindah  pertnyaan kepada pak Piterson Pulungtana, S.Pd, menurut teman-teman bagaimana? Pak piter sebagi wakasek Humas yang dekat dengan siswa dia menuturkan rekaman kasus siswa tersebut bahwa ini bukan kali pertama langgar tata tertib sekolah yang fatal. Orang tua sudah pernah datang menghadap. Lalu pak kepala sambung,  bahwa semua guru mengeluh perilaku siswa karena sering bolos pelajaran dan semua tugas tidak kumpul. Demikian keterangan wali kelasnya pak Gregorius Fandy Gado, S.Pd, bahwa surat pernyataan karena sering masalah masih terarsip rapi. Jadi menurut pak Hen bagaimana sebagia wakil kepala sekolaah kesiswaan?

     Saya mulai dengaan minta maaf kepada semua, dan saya ijin tidak bicara sebagai wakasek kesiswaan tapi sebagai kakak dari mereka dua (korban dan pelaku) dan anak dari ke 4 orang tua yang hadir. Saya lanjut dengan poin sebagi berikut: (1).Kalau kita lanjut ini kasus bisa, kantor polisi belum pindah masih di situ ( saya tuturkan dengan nada tegas dan berwibawa) (2).Kalau mau masukan ke penjara bisa dan kalau dia masuk penjara sangat bisa kau kena pasal berlapis (saya tunjuk pelaku), penganiaayaan dan perbuatan tidak menyenangkan, dll (3).Tapi bapak mama ketika dia di penjara nanti yang antar nasi ke penjara itu mama dan bapak, karena ponaan bapak dan mama juga. Jadi saya mau minta tolong sebagai kakak dari mereka dan anak dari 4 orang tua ini, kita jangan ke kantor polisi karena ibaratnya:jalan mendaki ini kita capek, hilang ayam nanti rugi kerbau karena rugi  waktu, uang dan tenaga pokoknya susah dan nanti kita menyesal. (4).Orang tua 4 orang ni saudara kandung yang kalau ada masalah di camp pengusian situ, 4 orang ini  hadir dulu baru acara di mulai. Karena lebih dari saudara yang pagi bertemu, siang bertemu malam juga bertemu, jadi nanti hubungan sudah kurang enak kalau kita perpanjang masalah ini. (5).Jadi dengan kerendahaan hati saya minta tolong masalah ini, kita saling buka hati, kita saling memafkan karena anak-anak sudah keliru. Mari kita  jadikan ruangan ini, meja ini jadi meja perdamaiaan supaya sebentar malam kita pulang doa rosario bunda maria terima doa kita. (karena saya tau semuanya mereka agama katolik).(6).Kemarin anak-anak kilaf karena tidak tau bahwa ini adiknya sendiri, jadi kita maafkan dia dan kau minta maaf….peluk adikmu.

       Dia bangun dan peluk si korban dan orang tua si korban juga peluk dia sambil menangis. Baikanak-anak maupun orang tua di situ termasuk kami yang hadir menangis terharu karena sangat menyentuh hati. Sampe bapak kepala sekolah sempat jepret momen itu sebagai kenangan terindah dan pembelajaran berharga unuk kami semua.

        Akirnya kami tutup pertemuan dengan ucapan terima kasih dan berjaanji tidak boleh terjadi kejadian serupa dan pelaku menjadi kakak yang melindungi adiknya selama ada di sekolh sini..selanjutnya mereka bangun dan cium tangan semua guru yang hadr dan orang tua yang hadr di situ.. happy ending.

Terima kasih Tuhan kami di beri hikmat dan roh kudusmu sehingga masalah itu selesai dengan pertolongan Tuhan…(Hen)*

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PEMBINAAN INSAN MUDA:MERAIH CAHAYA DI BALIK KILAF

        Hari istimewa,selasa 11/11/2025 terukir sembilan nama, dari Ignasius hingga Dionisius, remaja berpakian  putih abu-abu, sebagian besar dari kelas XI F5.

12/11/2025 08:30 - Oleh Hen Jami - Dilihat 686 kali
GUNTING RAMBUT YANG TAK MAU GUNTING

  Hari ni hari selasa tanggal 31/05/2022, sekolah kami lagi sepi karena sedang ujian kenaikan kelas, dan semua siswa dan guru pengawas ada dalam ruang ujian. Berbeda dengan di rua

11/03/2024 08:28 - Oleh Hen Jami - Dilihat 705 kali
SERAGAM YANG BARU (Kisah Nyata Seorang Bocah)

Dulu…ini dulu…di Sebuah Dusun yang kecil ada seorang bocah yang hidup penuh harapan, dia 1 dari 12 orang saudaranya. Hidup selalu riang, padahal mereka makannya sekali set

10/03/2024 22:12 - Oleh Hen Jami - Dilihat 583 kali
Membangunkan Kembali Hoby yang Sudah Tertidur

Judul tulisan di atas saya pilih  "membangunkan kembali hoby yang sudah tertidur" bukan berarti tidur sudah menjadi hoby kami. Tetapi ada kenikmatan masa lalu yang pernah kami nikm

07/03/2024 11:28 - Oleh Hen Jami - Dilihat 492 kali
PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH

AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH   Oleh Yulius Bera Tenawahang (CGP Angkatan -9- SMA Negeri 2 Kupang Timur-Kabupaten Kupang    A

15/10/2023 10:26 - Oleh Administrator - Dilihat 745 kali
Kepala SMAN 2 Kupang Timur Selalu Ikut Kerja Bersama Murid

Kepala SMAN 2 Kupang Timur, Bapak Yulius Bera Tenawahang selalu terlibat bekerja bersama para murid. Saat ada kerja bakti di sekolah, bapak Yulius juga turun tangan. Ikut membantu membe

24/03/2021 06:57 - Oleh Administrator - Dilihat 936 kali
Kudang Laiskodat, a Charismatic Hero of Timor in the XVII Century

This charismatic warrior figure came from the Helong tribe. The Helong tribe called him “Aka Kudang Neno Laiskodat,” or in daily life, it was called “Ko

24/03/2021 06:57 - Oleh Administrator - Dilihat 462 kali