Alajabar
Guru: “Kenapa kamu takut sama aljabar?”
Murid: “Soalnya X terus hilang… kayak dia yang pergi tanpa kabar.”
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
DATA STATISTIK
Teman: “Kenapa kamu takut sama statistika?” Aku: “Karena di situ perasaan cuma dianggap ‘data sampel’.”
matematika Diskon
Guru: “Apa hasil dari 100.000× 3?” Murid: “Tergantung, Bu. Lagi diskon atau nggak?”
"Perasaan"
Teman: “Kenapa kamu suka matematika?” Aku: “Karena kalau salah, bisa dihitung lagi. Nggak kayak perasaan.”
Matematika
Guru Matematika: “Kenapa kamu nggak pernah takut sama soal pecahan?” Murid: “Karena saya sudah terbiasa… hidup saya juga sudah terbagi-bagi antara tugas, utang
Matematika
Guru Matematika: “Kenapa kamu nggak pernah takut sama soal pecahan?” Murid: “Karena saya sudah terbiasa… hidup saya juga sudah terbagi-bagi antara tugas, utang
Piring Pecah
Ibu: “Kenapa piringnya pecah?” Anak: “Itu piringnya, Bu, nggak kuat menahan kenyataan.”
TERLAMBAT
Guru: “Kenapa kamu terlambat?” Murid: “Bangun kesiangan, Bu.” Guru: “Kenapa bisa kesiangan?” Murid: “Soalnya alarmnya kurang motivasi Bu.&rdquo
Hukum Kekekalan Energi
Guru: “Energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, hanya berubah bentuk.” Siswa: “Betul, Bu. Energi semangat belajar saya berubah jadi ngantuk.”
Cermin Datar
Guru: “Kalau kamu lihat cermin, bayangan kamu terlihat di mana?” Siswa: “Di masa lalu, Bu… karena saya dulu lebih kurus!”
Listrik Statis
Teman: “Kenapa rambut kamu berdiri semua?” Teman lain: “Soalnya lagi dekat sama orang yang bikin deg-degan!”
