• SMA NEGERI 2 KUPANG TIMUR
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

"UJIAN" (Sebuah refleksi atas kenyataan di jaman milenial)

Ujian itu adalah Sebuah kata yang sering kita dengar dan akrab di telinga. Berasal dari kata uji di tambah imbuhan an. Tapi isinya sama yaitu ingin mengetahui mutu. Terlepas dari siapa menguji siapa tapi ada Esensi untuk apa di uji lalu kapan dan di mana. Karena kalau salah tempat dan waktu, Menguji akan menjadi masalah. Siswa menguji gurunya, anak latihan menguji pelatihnya, teman diskusi uji kepintaran patnernya,dll. Tapi ini ujian sekolah,biasa,ujian kenaikan kelas. Semua materi ajar yang pernah di ajar selama satu semester (6 bulan), di uji oleh gurunya kepada muridnya sejauh mana yang ia pahami,sejauh mana ia berhasil membuat mereka pintar,sejauh mana kemauan belajarnya yg membedakan Si A yang malas,dan Si B yangg rajin, lalu Si C yang biasa2 saja. Tapi hari ini, seolah dunia bergeser dari filosofi yang di yakini bersama bahwa  Hidup ini perjuangan, berubah menjadi hidup ini gampang. Ada banyak siswa besoknya ujian, malam itu dia bermain game on line sampai tertidur dan terbawa dalam mimpi kejadian dalam game, yang tidak ada hubungan dengan pelajaran ujian besok pagi. Pertanyaannya bagaiman dia mengisi lembaran ujian besok pagi? Gampang ada google yang menjawab, karena handpone (HP) ku selalu di saku ,ada temanku yang  bisaku nyontek,pengawasnya juga main HP dan tak melihat kami curang, dll,  dan bagiku  ujian itu biasa saja, terbukti setiap tahun kami naik kelas,dst. Itu bahasa yang keluar kalau dengar mereka debat dan bercerita di sudut kelas yang tersembunyi. Pantas nilai rapor mu tinggi-tinggi? Tapi nilai ujian kompetensi mu masuk dunia kerja,Nilai ujianmu masuk perguruan tinggi rendah sekali seperti beda langit dan bumi dengan nilai raportnya?  Itu kalimat tanya dari seorang gurumu yang mencintai masa depanmu? Ia ya,maaf berarti itu ujian yg sebenarnya ya? Belum. Ujian yang sebenarnya adalah ketika kamu sudah memilih hidup  mandiri, kesulitan dan butuh bantuan, tapi tak ada bantuan  karena bagi mereka hidup mereka saat itu seperti sedang ujian, seperti ada di tengah laut yang masing masing berjuang bertahan hidup. Maka kemampuanmu yang tersisa terpaksa kau pakai, tanpa siapa-siapa kecuali Tuhan yang punya segalanya ????????????

 Ruang mengawas, 30/5/2022 (Hen)*

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
“Masih Ada Jalan untuk Pulang”

Di ujung senja yang muram, ada air mata yang tak pernah kalian lihat—air mata orang tua yang menua di bilik doa, menunggu kabar baik dari anaknya yang mereka sekolahkan dengan har

12/11/2025 13:50 - Oleh Hen Jami - Dilihat 120 kali